Menu

Mode Gelap

News · 12 Des 2022 04:11 WIB

Panglima Perang Aceh Yang di Pancung Kepalanya Oleh Belanda Saat Sedang Sakit di Usia Senja


 Panglima Perang Aceh Yang di Pancung Kepalanya Oleh Belanda Saat Sedang Sakit di Usia Senja Perbesar

Donya.News | Panglima Teuku Nyak Makam di samping bertugas sebagai pemimpin pasukan gerak cepat dengan senjata lengkap, yang bertugas mengkoordinir barisan-barisan pejuang Aceh yang dipimpin oleh Uleebalang / Raja-raja setempat dari Sungai Jambo Ayee di Simpang Ulim hingga ke Deli Hulu dan Serdang Hulu.

Adapun pasukan gerak cepat yang dipimpin langsung Teuku Nyak Makam dengan di dampingi oleh wakilnya Teuku Panglima Nyak Mamat itu, baik taktis atau administratisinya dibagi atas beberapa pasukan, di antara komandan-komandan pasukannya yang dapat diketahui antara lain, Panglima Perang Ben, Nyak Muhammad alias Teuku Tapa, Nyak Ali, Said Abdurrahman, Haji Abdullah, Teuku Muda Sulaiman, Panglima Perang Umar, Panglima Prang Ulim dan Teuku Mad Dia, Sultan Ulim dan lain-lain.

Setelah melumatkan tubuh Panglima Teuku Nyak Makam, kepala beliaupun dijadikan bulan-bulanan tentara Belanda seperti bola sebagai tanda kemenangan.

Selanjutnya, saat malam tiba kepala syuhada agung Aceh itu mereka angkut secara demonstrasi dengan bersorak-sorai kegirangan diiringi rasa bangga untuk mempersembahkan kepada Gubernur Jenderal J.W.Steemfoort di Kutaraja (Banda Aceh sekarang).

Besok paginya Selasa tanggal 22 juli 1896 kepala Panglima Teuku Nyak Makam itu, terus diarak untuk dipawaikan, diperagakan dan didemonstrasikan oleh suatu iringan-iringan besar serdadu Belanda, dengan melintasi seluruh jalan-jalan dan gang-gang penting di Kutaraja, dengan bertempik sorak tanda kesenangan karena mereka telah mengalahkan musuh bebuyutannya yang paling mereka takuti dan yang telah menewaskan ribuan serdadu bangsa mereka.

Tidak beberapa lama kemudian, kepalanya yang sudah terpisah dari tubuhnya yang sebelumnya telah dibalsem, lalu dikirim ke Batavia kepada Tuan Besar Gubernur Jendral, Panglima Besar (Leger Comandant) dan pembesar-pembesar Hindia Belanda yang berada di sana.

Dari Batavia diteruskan ke Nederland untuk dipersembahkan kepada Sri Baginda Maharaja Ratu, para Menteri dan pembesar-pembesar mereka di Den Haag. Konon menurut sumber yang lain kepala Nyak Makam dikirimkan kembali ke Cimahi setelah dibalsem dalam toples

Sumber : @atjehgallery

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Prof. Mustanir buka acara Penguatan Komite Sekolah Ke-3 Tahun 2024

9 Juni 2024 - 11:19 WIB

Griya Fahmi VC Siap Hadapi 12 TM VC Samadua di Ajang Final Volly Ball Barsela Cup

31 Mei 2024 - 10:35 WIB

AWPF Dorong Pemkab Bener Meriah Lahirkan PERBUP Terkait Perlindungan Perempuan dan Anak

29 Mei 2024 - 15:28 WIB

MTsN 1 Banda Aceh Terima Kunjungan SMISTA Kula Lumpur

29 Mei 2024 - 04:26 WIB

Ketua DPD Partai Golkar Aceh H.T.M.NURLIF mendaftar ke Partai Gerindra Aceh sebagai Bacagub Aceh

27 Mei 2024 - 06:33 WIB

Usai Perpanjangan SK, Ketua KoBar-GB Abdya Langsung Sumbangi Rumah Guru Korban Kebakaran

24 Mei 2024 - 18:15 WIB

Trending di hedline