Menu

Mode Gelap

hedline · 11 Jul 2023 10:26 WIB

Ikut Lomba MYRES 2023, Pelajar MTsN 1 Model Banda Aceh Teliti Soal Pelestarian Manuskrip Kuno


 Ikut Lomba MYRES 2023, Pelajar MTsN 1 Model Banda Aceh Teliti Soal Pelestarian Manuskrip Kuno Perbesar

Donya.News || Banda Aceh – Dua orang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Banda Aceh sedang mengikuti ajang karya tulis ilmiah Madrasah Young Researchers Super Camp (MYRES) 2023.

Dua siswi tersebut bernama Rayyan Athifa Charirah dan Clarence Athailah Khairunnisa. Keduanya dibimbing langsung oleh Rosalia Sari, SPd dan Yusrawati, SAg.

Adapun judul penelitian Rayyan dan Clarence yaitu “Pelestarian Manuskrip Kuno Aceh Melalui Proses Digitalisasi Sebagai Penyelamatan Sumber Informasi Sejarah Islam di Aceh”.

Guru Pembimbing Rosalia Sari, SPd mengatakan, dua siswa tersebut telah melakukan penelitian sejak April 2023 dimulai pada tahapan penyusunan rancangan penelitian, presentasi proposal, super camp online, pengumpulan sumber data, observasi, wawancara, dan dokumentasi.

“Bulan Juli ini, kelompok peneliti ini sedang di tahap penyusunan laporan penelitian hingga batas waktu 3 Agustus 2023. Setelah ini tersisa 2 tahapan lagi yaitu pengunggahan laporan penelitian dan presentasi hasil penelitian,”  Senin (10/7/2023).
Adapun judul penelitian Rayyan dan Clarence yaitu “Pelestarian Manuskrip Kuno Aceh Melalui Proses Digitalisasi Sebagai Penyelamatan Sumber Informasi Sejarah Islam di Aceh”.

Guru Pembimbing Rosalia Sari, SPd mengatakan, dua siswa tersebut telah melakukan penelitian sejak April 2023 dimulai pada tahapan penyusunan rancangan penelitian, presentasi proposal, super camp online, pengumpulan sumber data, observasi, wawancara, dan dokumentasi.

“Bulan Juli ini, kelompok peneliti ini sedang di tahap penyusunan laporan penelitian hingga batas waktu 3 Agustus 2023. Setelah ini tersisa 2 tahapan lagi yaitu pengunggahan laporan penelitian dan presentasi hasil penelitian,” jelasnya Senin (10/7/2023).

Untuk itu, kata Rosa, proses konservasi maupun digitalisasi merupakan solusi terbaik agar generasi selanjutnya dapat memanfaatkan manuskrip tersebut sebagai sumber informasi Sejarah Islam di Aceh.

Pemilik koleksi manuskrip Aceh yang berjumlah ratusan adalah salah satunya milik H. Tarmizi A. Hamid. Koleksi manuskripnya disimpan di Rumoh Manuskrip Aceh dan telah dikonservasi dan didigitalisasi sejak tahun 2022.

Tujuan konservasi manuskrip melalui digitalisasi ini adalah agar manuskrip Aceh yang dimilikinya bisa dimanfaatkan secara global tanpa harus datang mengunjungi museum manuskrip, karena sebagai manusia tidaklah boleh berhenti mencari ilmu pengetahuan.

Adapun judul penelitian Rayyan dan Clarence yaitu “Pelestarian Manuskrip Kuno Aceh Melalui Proses Digitalisasi Sebagai Penyelamatan Sumber Informasi Sejarah Islam di Aceh”.

Guru Pembimbing Rosalia Sari, SPd mengatakan, dua siswa tersebut telah melakukan penelitian sejak April 2023 dimulai pada tahapan penyusunan rancangan penelitian, presentasi proposal, super camp online, pengumpulan sumber data, observasi, wawancara, dan dokumentasi.

“Bulan Juli ini, kelompok peneliti ini sedang di tahap penyusunan laporan penelitian hingga batas waktu 3 Agustus 2023. Setelah ini tersisa 2 tahapan lagi yaitu pengunggahan laporan penelitian dan presentasi hasil penelitian,” jelasnya , Senin (10/7/2023).

Untuk itu, kata Rosa, proses konservasi maupun digitalisasi merupakan solusi terbaik agar generasi selanjutnya dapat memanfaatkan manuskrip tersebut sebagai sumber informasi Sejarah Islam di Aceh.

Pemilik koleksi manuskrip Aceh yang berjumlah ratusan adalah salah satunya milik H. Tarmizi A. Hamid. Koleksi manuskripnya disimpan di Rumoh Manuskrip Aceh dan telah dikonservasi dan didigitalisasi sejak tahun 2022.

Tujuan konservasi manuskrip melalui digitalisasi ini adalah agar manuskrip Aceh yang dimilikinya bisa dimanfaatkan secara global tanpa harus datang mengunjungi museum manuskrip, karena sebagai manusia tidaklah boleh berhenti mencari ilmu pengetahuan.

Saat melakukan penelitian di Rumoh Manuskrip Aceh milik Tarmizi A Hamid atau lebih akrab dikenal Cek Midi, kelompok peneliti itu mendapatkan banyak sekali ilmu, pengetahuan, dan informasi terkait naskah kuno Aceh.

“Semua dijelaskan oleh Cek Midi tanpa dibatasi, dijelaskan dengan sangat jelas, rinci dan lengkap, sangat luar biasa cara beliau menjawab. Cek Midi sangat terbuka bagi siapa yang ingin mengetahui soal manuskrip Aceh,” tuturnya.

Adapun judul penelitian Rayyan dan Clarence yaitu “Pelestarian Manuskrip Kuno Aceh Melalui Proses Digitalisasi Sebagai Penyelamatan Sumber Informasi Sejarah Islam di Aceh”.

Guru Pembimbing Rosalia Sari, SPd mengatakan, dua siswa tersebut telah melakukan penelitian sejak April 2023 dimulai pada tahapan penyusunan rancangan penelitian, presentasi proposal, super camp online, pengumpulan sumber data, observasi, wawancara, dan dokumentasi.

“Bulan Juli ini, kelompok peneliti ini sedang di tahap penyusunan laporan penelitian hingga batas waktu 3 Agustus 2023. Setelah ini tersisa 2 tahapan lagi yaitu pengunggahan laporan penelitian dan presentasi hasil penelitian,” jelasnya kepada , Senin (10/7/2023).

Untuk itu, kata Rosa, proses konservasi maupun digitalisasi merupakan solusi terbaik agar generasi selanjutnya dapat memanfaatkan manuskrip tersebut sebagai sumber informasi Sejarah Islam di Aceh.

Pemilik koleksi manuskrip Aceh yang berjumlah ratusan adalah salah satunya milik H. Tarmizi A. Hamid. Koleksi manuskripnya disimpan di Rumoh Manuskrip Aceh dan telah dikonservasi dan didigitalisasi sejak tahun 2022.

Tujuan konservasi manuskrip melalui digitalisasi ini adalah agar manuskrip Aceh yang dimilikinya bisa dimanfaatkan secara global tanpa harus datang mengunjungi museum manuskrip, karena sebagai manusia tidaklah boleh berhenti mencari ilmu pengetahuan.

Saat melakukan penelitian di Rumoh Manuskrip Aceh milik Tarmizi A Hamid atau lebih akrab dikenal Cek Midi, kelompok peneliti itu mendapatkan banyak sekali ilmu, pengetahuan, dan informasi terkait naskah kuno Aceh.

“Semua dijelaskan oleh Cek Midi tanpa dibatasi, dijelaskan dengan sangat jelas, rinci dan lengkap, sangat luar biasa cara beliau menjawab. Cek Midi sangat terbuka bagi siapa yang ingin mengetahui soal manuskrip Aceh,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, siswi-siswi juga | diajarkan bagaimana mengalihmediakan

kertas naskah kuno itu ke digital dengan teknologi canggih di Rumoh Manuskrip sehingga mudah diakses oleh siapapun.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Prof. Mustanir buka acara Penguatan Komite Sekolah Ke-3 Tahun 2024

9 Juni 2024 - 11:19 WIB

Griya Fahmi VC Siap Hadapi 12 TM VC Samadua di Ajang Final Volly Ball Barsela Cup

31 Mei 2024 - 10:35 WIB

AWPF Dorong Pemkab Bener Meriah Lahirkan PERBUP Terkait Perlindungan Perempuan dan Anak

29 Mei 2024 - 15:28 WIB

MTsN 1 Banda Aceh Terima Kunjungan SMISTA Kula Lumpur

29 Mei 2024 - 04:26 WIB

Ketua DPD Partai Golkar Aceh H.T.M.NURLIF mendaftar ke Partai Gerindra Aceh sebagai Bacagub Aceh

27 Mei 2024 - 06:33 WIB

Usai Perpanjangan SK, Ketua KoBar-GB Abdya Langsung Sumbangi Rumah Guru Korban Kebakaran

24 Mei 2024 - 18:15 WIB

Trending di hedline