Menu

Mode Gelap

Budaya · 10 Des 2022 20:07 WIB

4 Kerajaan Islam di Indonesia Beserta Jejaknya Saat Ini


 4 Kerajaan Islam di Indonesia Beserta Jejaknya Saat Ini Perbesar

Donya.News | Jakarta – Agama Islam dibawa masuk ke Indonesia oleh para pedagang dan mubaligh. Sedangkan di negara lain, pada umumnya Islam masuk melalui penaklukan seperti yang terjadi di negara Irak, Iran, Mesir, Afrika Utara, dan Andalusia.

Dilansir detikHikmah yang mengutip buku Sejarah Indonesia: Masuknya Islam hingga Koloniaslisme oleh Ahmad Fakhri Hutauruk, selama beberapa abad telah berlangsung proses perkembangan agama Islam di Kepulauan Nusantara.

Hal tersebut merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus-menerus hingga perdebatannya tak kunjung selesai sampai saat ini.

Belum ada kejelasan yang pasti terkait dari mana dan kapan Islam masuk ke Nusantara. Akan tetapi, terdapat beberapa teori yang mencoba menjelaskan mengenai hal tersebut yaitu: Teori Gujarat, Teori Makkah, dan Teori Persia.

Sebelum Islam masuk ke Nusantara, terdapat juga jejak yang kuat berdasarkan aktivitas masa lalu dari komunitas masyarakat lokal yang dapat ditelusuri berdasarkan peninggalan yang ada. Seperti agama-agama besar yang telah merempoh ke Nusantara dan meninggalkan jejak yang jelas.

Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

1. Kerajaan Samudra Pasai

Salah satu kerjaaan Islam di Indonesia adalah Kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan tersebut berdiri sejak abad ke 7-8 M yang diyakini merupakan hasil dari proses Islamisasi di daerah pantai yang pernah disinggahi oleh para pedagang muslim dari Arab, Persia dan India.

Kemunduran kerajaan maritim Sriwijaya menyebabkan munculnya kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan tersebut didirikan oleh Malikul Saleh yang memiliki nama Marah Silu sebelum menganut agama Islam, adalah putra Marah Gajah yang merupakan bangsawan dari Pasai.

Raja pertama yang memerintah pada tahun 1285-1297 adalah Marah Silu yang memiliki gear Sultan malik Al-Saleh. Pada tahun 1292, datang seorang musafir dari Venezia (Italia) bernama Marcopolo yang dapat diketahui dari perjalanannya bahwa raja Samudra Pasai bergelar Sultan.

2. Kerajaan Perlak

Kerajaan Perlak diperkirakan berdiri sejak akhir abad ke-12. Sebelumnya nama kerajaan Islam ini adalah Peureulak.

Sedangkan kitab Negarakertagama menyebutnya dengan sebutan Perlak. Sementara pada tahun 1292, Marcopolo berkunjung ke negeri tersebut dan mencatatnya sebagai negeri Ferlec.

Pendiri kerjaaan Perlak dipandang sebagai orang keturunan Arab dari suku Qurais. Ia adalah seorang pedagang Arab yang menikah dengan putri pribumi yang merupakan keturunan dari Raja Perlak.

Hasil dari perkawinan tersebut lahir seorang putra yang diberi nama Sayid Abdul Azis. Kemudian namanya berubah menjadi Sultan Alaiddin Syah setelah diberi takhta sebagai Sultan Perlak pertama dan memerintah pada tahun 1161-1186.

3. Kerajaan Aceh

Mudzaffar Syah adalah pendiri Kerajaan Aceh pada abad ke-15. Sebelah barat laut Samudra Pasai tepatnya di atas puing-puing Kerajaan Lamuri adalah tempat dimana pusat kerajaan tersebut dibangun.

Kerajaan Aceh mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Iskandar Muda pada saat Kerajaan tersebut berkembang sebagai kerajaan Islam.

Kerajaan Aceh yang mengalami perkembangan yang pesat, tidak lepas dari letaknya yang strategis. Yaitu terletak di Pulau Sumatera bagian utara dekat jalur pelayaran dan perdagangan Internasional pada saat itu.

Adapun raja yang pernah memerintah di Kerajaan Aceh. Diantaranya, Sulta Ali Mughayat Syah, Sultan Salahudin, Sultan Alauddin Riayat, Sultan Iskandar Muda dan Sultan Iskan Thani.

4. Kerajaan Demak

Kerajaan Demak berdiri sebagai Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa setelah Kerajaan Majapahit runtuh. Hal tersebut bermula saat Kerajaan Majapahit mulai mundur dan para adipati yang berada di pesisir pantai utara pulau jawa melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit.

Kemudian para Adipati yang sudah mendapatkan pengaruh islam, akhirnya membentuk persekutuan di bawah pimpinan Demak.

Kerajaan Demak memiliki lokasi yang strategis untuk melakukan perdagangan nasional karena menghubungkan perdagangan antara Indonesia bagian Barat dan Timur.

Raden Patah adalah raja yang pertama Kerajaan Demak yang berkembang sebagai kerajaan besar di Pulau Jawa. Ia adalah raja yang bergelar Sultan Alam Akbar Al-Fatah (1500-1518).

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Menjaga Ukhuwah: Fokusgampi Banda Aceh Adakan Acara Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim

6 April 2024 - 08:38 WIB

Gelar Buka Puasa Bersama MTsN Model Banda Aceh Santuni 70 Pelajar Yatim

31 Maret 2024 - 18:25 WIB

FPMPA dan Fokusgampi Gelar Safari Ramadhan di Sigli

27 Maret 2024 - 15:11 WIB

Bebas Dari Otoritas Thailand, Pemerintah Aceh Pulangkan 28 Nelayan Ke Aceh Timur

15 Maret 2024 - 08:40 WIB

Kemendagri Fasilitasi Penetapan APBA 2024, Ketua DPRA Tak Hadir

4 Maret 2024 - 14:04 WIB

Peduli Sosial: Harir Rizky Tullah Jadi Fasilitator Pengabdian Nasional di Sabang

28 Februari 2024 - 10:48 WIB

Trending di Budaya