Menu

Mode Gelap

Budaya · 9 Jul 2023 06:15 WIB

Sederet Dampak yang Terjadi Akibat Banjir Lahar Dingin Semeru


 Sederet Dampak yang Terjadi Akibat Banjir Lahar Dingin Semeru Perbesar

Donya.News  | Jawa Timur – Bencana banjir lahar dingin terjadi pada kawasan kaki Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur pada Jumat dini hari (7/7). Hujan lebat membuat longsor di sejumlah titik. Tiga orang sekeluarga meninggal dunia akibat longsor dipicu hujan lebat dan banjir lahar dingin tersebut.

Data terbaru, 571 orang mengungsi di sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro Lumajang yakni di Balai Desa Tumpeng, Jarit, Penanggal, Tambakrejo, Pronojiwo, Komunitas Rumah Wani Gosong Desa Jarit, dan sebuah rumah warga di Patung Salak.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, para korban masih bertahan di rumah pengungsian atau rumah saudaranya yang aman dari ancaman bencana Gunung Semeru.

Ucapan duka cita dan doa ramai disampaikan rakyat Indonesia di media sosial, berharap semua warga terdampak diberi kesabaran dan keselamatan.

Banjir lahar dingin Gunung Semeru saat ini telah surut, namun bukan berarti ancaman terhenti. Hujan lebat diperkirakan masih akan turun yang bisa memicu banjir lahar dingin susulan dan longsor. Berikut sederet dampak banjir lahar dingin Semeru yang disertai longsor.

Bangunan dan Jembatan Rusak
Data dari BPBD Jatim per hari Sabtu (8/7) pukul 12.00 WIB, ada 5 jembatan putus akibat banjir lahar dingin dan longsor. 5 jembatan tersebut ialah :

Jembatan penghubung Desa Kloposawit dengan Desa Tumpeng Kecamatan Candipuro
Jembatan  penghubung Lumajang Malang Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo
Jembatan Kali Regoyo penghubung Desa Jugosari dengan Dusun Kebondeli Selatan
Jembatan penghubung Desa Tumpeng dan Desa Nguter
Jembatan Kalibaru Pronojiwo
Untuk jumlah bangunan yang rusak masih didata oleh aparat kepolisian bersama TNI dan BPBD.

Korban Jiwa
3 Warga sekeluarga meninggal dunia akibat bencana banjir lahar dingin Semeru disertai longsor Semeru. Identitas korban ialah Galih Adi (23), Candra Agustina (20), dan Galang Naendra (4 bulan). Ketiga korban tertimbun longsor dan tidak sempat menyelamatkan diri ketika terjadi bencana di rumahnya di Dusun Sriti Kecamatan Pronojiwo hari Jumat (7/7) pukul 04.30 WIB.

Ratusan Pengungsi
571 warga mengungsi. Pemerintah menyediakan 13 titik pengungsian yaitu :

Balaidesa Tumpeng
Balaidesa Candipuro
Balaidesa Jarit
Balaidesa Tambahrejo
Balaidesa Besuk
Balaidesa Penanggal
Ponpes Nurul Salam Jarit
Rumah Warga di Patung Salak
Rumah Komunitas Wani Gosong Jarit
Balaidesa Nguter
Desa Pasrujambe
Dusun Kampung Baru Sumberwuluh
Kecamatan Candipuro

Semoga para pengungsi bencana banjir lahar dingin Semeru dan longsor Semeru mendapat ketabahan dan bisa segera mendapat bantuan untuk perbaikan bangunannya yang rusak, bisa segera kembali menjalankan aktifitasnya, serta terlindungi dari segala marabahaya bencana ya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Prof. Mustanir buka acara Penguatan Komite Sekolah Ke-3 Tahun 2024

9 Juni 2024 - 11:19 WIB

Griya Fahmi VC Siap Hadapi 12 TM VC Samadua di Ajang Final Volly Ball Barsela Cup

31 Mei 2024 - 10:35 WIB

AWPF Dorong Pemkab Bener Meriah Lahirkan PERBUP Terkait Perlindungan Perempuan dan Anak

29 Mei 2024 - 15:28 WIB

Usai Perpanjangan SK, Ketua KoBar-GB Abdya Langsung Sumbangi Rumah Guru Korban Kebakaran

24 Mei 2024 - 18:15 WIB

Dekan FDK UIN: Pelatihan Kewaspadaan Narkoba Perlu Terus Dilaksanakan

23 Mei 2024 - 12:39 WIB

Rusli SPd Kembali Pimpin KOBaR-GB Aceh Barat Daya

22 Mei 2024 - 13:23 WIB

Trending di hedline